Posts

Showing posts from July, 2014

As Sami

A.     Makna Kebahasaan As Sami As Sami diambil dari kata yang berarti “mendengar”. Dalam konteks Allah makanyanya berubah menjadi “selalu hadir dan tidak pernah raibnya objek objek tersebut disisi-Nya”.bisa juga diartikan sebagai Dzat Yang Maha menjawab semua permintaan. B.      Pesan Sosial – Ekonomi sifat As Sami 1.       Bertutur kata yang baik Seorang mukmin yang memahami sifat ini akan senantiasa menjaga lisannya. Karena selain Allah mengetahui, biasanya hal ini dapat menjadi sumber dari konflik dan perselisihan. 2.       Kuatnya keyakinan dalam doa Pemahaman atas sifat ini juga akan menumbuhkan semangat untuk selalu berdzikir dan berdoa, disertai keyakinan bahwa doanya akan didengar dan dikabulkan oleh Allah. 3.       Menjadi pendengar yang baik Sifat ini dapat kita aplikasikan dengan menjadi pendengar yang baik. Yakni mendengar saran dan masukan demi memperbaiki diri. Terutama selalu mendengar ajaran dari Allah dan Rasul-Nya serta mengikutinya. C.     

Al Mudzil

A.     Makna Kebahasaan Al Mudzil Kata berasal dari kata yang berarti “menimpakan kehinaan”. Secara makna berarti bahwa Allah Yang Menghinakan siapa saja yang dikehendakinya. Dalam hal ini, hambanya yang tidak beriman kepadanya B.      Pesan Sosial – Ekonomi sifat Al Mudzil 1.       Bersikap Sabar Seorang manusia bisa menjadi makhluk yang hina dalam pandangan Allah seandainya ia tidak mampu bersabar atas segala cobaan hidup yang dihadapinya. Sebab dengan ketidak sabaran, manusia dapat berbuat apa saja yang akan merendahkan kehormatan atau harga dirinya. 2.       Menunjukan Rasa Syukur Seorang hamba juga bisa menjadi manusia yang hina di mata Allah jika ia tidak mau bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Padahal segala nikmat itu semua datangnya dari Allah yang diamanahkan kepadanya. Sudah sepantasnya sebagai hamba-Nya kita harus mensyukuri hal tersebut 3.       Menjaga kehormatan diri dengan menjauhi maksiat Menjauhi segala perbuatan maksiat adalah

Ar Rafi

A.     Makna Kebahasaan Ar Rafi Kata Ar Rafi berasal dari kata yang berarti “mengangkat” atau “meninggikan”. Kata ini mengacu kepada makna bahwa Allah meninggikan status dan derajat hamba hambanya B.      Pesan Sosial – Ekonomi sifat Ar Rafi 1.       Memuliakan Diri dengan Menunjukan Perilaku Terpuji Pribadi yang mulia tercermin dari keluruhan akhlak yang ditunjukannya. Kemuliaan ini tidak dapat dibeli dengan banyaknya harta kekayaan apapun atau dimunculkan karena tingginya suatu jabatan. Ini murni merupakan suatu hasil dari prosesi kebaikan kebaikan yang dilakukan secara sadar dan diniatkan karena mengharapkan keridhaan Allah 2.       Memuliakan Orang tua, Guru, Pemimpin yang adil, dan Orang Saleh Kemuliaan Seseorang tidak terpisahkan dari kemauan dan kemampuannya dalam memuliakan orang orang yang berperan dalam hidupnya. Hal ini juga erat kaitannya dalam menentukan keridhaan Allah. 3.       Memuliakan diri sebagai pribadi yang berdaya guna Kemuliaan seorang mukmi

Al Khafidh

A.     Makna Kebahasaan  Al Khafidh Al Khafid secara bahasa memiliki arti “merendahkan”. Maksudnya adalah Allah memiliki kekuasaan untuk merendahkan apapun yang dikehendaki-Nya B.      Pesan Sosial – Ekonomi sifat  Al Khafidh 1.       Menjaga diri dari perilaku yang Merendahkan Manusia telah dianugerahi potensial untuk menjadi seorang makhluk yang paling mulia. Maka, sudah selayaknya kita berusaha untuk menjadi orang yang mulia dan menjaga kemuliaan itu. 2.       Berusaha Mengangkat Harkat dan Martabat Sesamanya Kemuliaan pribadi seorang muslim tidak hanya terpancar dari kepribadiannya, tetapi juga tercermin dari kepedulian social yang ditunjukannya terutama dalam mengangkat harkat dan martabat saudaranya. C.      Sumber Landasan Sikap dan Mental ·          Mendekatkan diri kepada Allah dengan menempuh jalan ketakwaan demi meraih derajat kemuliaan ·          Menjauhi segala sikap dan perilaku yang merendahkan seperti malas, meminta minta, fitnah, ghibah, korups

Al Basith

A.     Makna Kebahasaan Al Basith Al Basith berasal dari kata dasar yang berarti “keterhampaan”, kemudian dari pengertian tersebut berkembang menjadi makna “memperluas” dan “melapangkan” B.      Pesan Sosial – Ekonomi sifat Al Basith 1.       Bersyukur atas limpahan Rezeki dari Allah Siapapun yang dianugerahi keluasan rezeki sudah seharusnya menjadi orang yang pandai bersyukur. Sebab, seperti halnya kesempitan rezeki, keluasan rezeki juga pada hakikatnya merupakan ujian keimanan. Sebaik baiknya orang yang kaya secara materi adalah orang yang senantiasa bersyukur kepada-Nya 2.       Meyakini Allah sebagai Dzat Yang Maha Kaya Sebagai pencurah rezeki, Allah adalah Dzat Yang Maha Kaya dan tak akan pernah ada habisnya. Hal ini dapat menginspirasi kita untuk selalu menyadari bahwa kekayaan harta benda yang ada dalam genggaman kita tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kekayaan-Nya C.      Sumber Landasan Sikap dan Mental ·          Meyakini bahwa Allah lah yang Ma

Al Qabidh

A.     Makna Kebahasaan Al Qabidh Kata ini terambil dari akar kata yang makna dasarnya adalah “sesuatu yang diamil” dan “keterhimpunan pada sesuatu”. Dari makna ini lahirlah makna lain yakni “ menahan/menggenggam’, “menghalangi”, “kikir” dan “menyempitkan”. B.      Pesan Sosial – Ekonomi sifat Al Qabidh 1.       Menerima kekurangan rezeki sebagai Ujian dari Allah Allah pasti punya alasan tersendiri untuk menahan rezeki hambanya. Karenanya, anggaplah hal itu sebagai ujian agar senantiasa berintrospeksi demi memperbaiki diri 2.       Tidak berputus asa dalam mencari rezeki Janganlah kemisikinan dianggap sebagai sebuah takdir yang membuat kita pasrah sehingga tidak mau berusaha mengubahnya. Padahal, kefakiran itu mendekatkan diri kepada kekufuran C.      Sumber Landasan Sikap dan Mental ·          Semakin mendekatkan diri kepada Allah ·          Mengevaluasi kinerja selama ini dan berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan diri dalam memperoleh rezeki ·

Al Alim

A.     Makna Kebahasaan Al Alim Secara bahasa, Al Alim berarti “menjangkau sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya”. Dalam tata bahasa, ilmu juga diartikan sebagai suatu pengenalan yang jelas terhadap suatu objek B.      Pesan Sosial – Ekonomi Al Alim 1.       Memiliki Semangat Belajar Yang Tinggi Seorang mukmin haruslah selalu haus terhadap ilmu pengetahuan karena belajar merupakan kebutuhan hidup setiap manusia. Bahkan belajar dapat bernilai ibadah. Disampin itu ia juga akan mendorong keluarga dan masyarakat di lingkungannya untuk mencintai ilmu. Karena dengan ilmu pengetahuan, kebehagiaan dunia dan akhirat akan diraih 2.       Tidak menjadi Ilmuwan yang Sombong Seoarang mukmin tidak akan menjadi seorang yang angkuh atau sombong karena ilmu yang dimilikinya. Ia menyadari bahwa ilmunya merupakan anugerah dari Allah. 3.       Menjadi manusia yang berdaya guna dan bermanfaat Ilmu yang dimiliki seorang mukmin, akan mengantarnya kepada amal dan karya nyata yang

Al Fattah

A.     Makna Kebahasaan Al Fattah Kata ini berasal dari kata dasar yang artinya “membuka”, kemudian berkembang menjadi “kemenangan”,”menetapkan hokum”,dan”pengetahuan”. Secara umum Al Fattah bermakna terbukanya segala seuatu yang tertutup, baik material maupun spiritual B.      Pesan Sosial – Ekonomi Sifat Al Fattah 1.       Memohon hanya kepada Allah Pengaggungan terhadap sifat ini dapat diterapkan dengan selalu memohon kepada-Nya agar memberikan kemudahan dan menjauhkan segala kesulitan yang dihadapi. Baik itu kesulitan yang menyangkut jalan rezeki, olmu pengetahuan atau persoalan hidup lainnya 2.       Menumbuhkan Ketakwaan Sebagai Dzat Yang Maha Pembuka, Allah membuka pintu kemuliaan dan kemudahan bagi hamba-Nya yang bertakwa. Bahkan, Allah juga pasti membukakan pintu keberkahan bagi sebuah negeri jika penduduknya bertakwa kepadanya. Maka dari itu kita sebagai hambanya haruslah menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya 3.       Menumbuhkan semangat belajar

Ar Razzaq

A.     Makna Kebahasaan Al Razzaq Kata Al razaq pada mulanya bermakna “rezeki” dan “pemberian untuk waktu tertentu”. Menurut Ibnu Faris adalah “pemberian Allah”. Bisa juga berarti “Porsi dan bagian yang sampai ke tenggorokan da dijadikan makanan” B.      Pesan Sosial – Ekonomi Al Razzaq 1.       Mengharap Rezeki hanya dari Allah Seorang mukmin hendakya selalu menyadari bahwa semua kekayaan yang dimilikinya berasal dari Allah. Karena itulah dalam membelanjakannya pun harus di jalan Allah. Sedangkan dalam mencari rezeki, hendaknya bersungguh sungguh dalam melakukannya 2.       Beorientasi pada Rezeki yang Halal Allah menghendaki kita untuk mencari rezeki dengan jalan yang baik. Sebab dengan itulah Allah memberikan keberkahan. Sebaliknya, Dia mengharamkan rezeki yang diperoleh dengan cara yang bathil. 3.       Bersyukur Setiap kali menerima rezeki, kita wajib untuk mensyukurinya. Hal itu akan menjadi penyebab bertambahnya rezeki kita. Bahkan Allah akan memberikan paha

Al Wahab

Al Wahab A.     Makna Kebahasaan Al Wahab Al wahab berasal dari kata wahaba yang artinya “memberi” dan “memberikan sesuau tanpa imbala”. Ada pula yang menyatakan “memberikan hak milik kepada orang lain tanpa ganti atau Cuma Cuma. B.      Pesan Sosial dan Ekonomi Al Wahab 1.       Memohon karunia kepada Allah Allah adalah Dzat yang memberikan karunia tak terbatas sekaligus pemberi kekayaan tak terhitung. Dia tidak mengaharapkan balas jasa apapun atas apa yang diberikannya. Karena itu jangan pernah bosan untuk meminta karunia-Nya 2.       Dermawan dan Ikhlas dalam memberi Manusia diajarkan untuk senang memberi terutama kepada orang orang yang membutuhkan. Pemberian bisa berupa nasihat, bantuan pemikiran, tenaga, maupun harta. Dalam memberi hendaknya tidak menghitung hitung dan meminta balas jasa C.      Sumber Landasan Sikap dan Mental ·          Bersedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit ·          Tidak takut miskin karena Allah lah yang memberikan kek